Rabu, 03 November 2010

PLEIDOI SEORANG BATAK MUSLIM


JUDUL di atas mungkin akan menimbulkan keheranan bagi para pengunjung blog ini, terutama yang sepaham denganku bahwa Batak adalah satu—tanpa dibeda-bedakan ( dan dipisahkan ! )  oleh subetnis, kedaerahan, dialek, agama dan lain-lain. Aku sengaja mencantumkan istilah “Batak Muslim”, menyesuaikan dengan konsepsi diri penulis artikel “Menuduh Orang Batak” yang aku kutipkan dalam postingan ini.
Artikel tersebut ditulis oleh Nirwansyah Putra di blog miliknya : nirwansyahputra.wordpress.com; sebagai reaksi terhadap tudingan kepada etnis Batak akibat kehebohan yang ditimbulkan oleh lapotuak.wordpress.com. Nirwan yang konon marga Panjaitan ini, setahu aku, tidak pernah menampilkan diri sebagai orang Batak dalam interaksi di dunia maya. Tulisan-tulisan di blognya pun hanya sedikit mengenai etnis Batak, dan yang sedikit itu cuma mengenai “Batak Muslim”.
Bagi yang merasa lega dan bangga atas kiprah “Batak Muslim” seperti Toga Nainggolan, Jarar Siahaan, Syahrul Hanafi Simanjuntak, Srikandini Pohan, Ucok Lubis, dan banyak lagi yang lain; Nirwansyah adalah gambaran yang sangat bertolak belakang. Nirwansyah baru menyatakan diri sebagai Batak (baca : Batak Muslim) ketika dia merasa kebatakan yang melekat dalam dirinya membuatnya dicurigai, dituding dan disudutkan.
Aku tidak berniat menyerang Nirwansyah. Menurutku dia adalah seorang yang jujur sebagai seorang penulis atau blogger. Lagi pula, kita tidak berhak meminta dia harus seperti Toga Nainggolan, yang sejak lahir sudah menjadi muslim, namun tetap bangga dengan karakter dan jati dirinya sebagai manusia Batak; bahkan jago gondang pula.
Nirwansyah dan tulisannya sengaja aku kemukakan di sini untuk menyadarkan kita, bahwa impian mewujudkan “Batak Reunion” itu sangat-sangat sulit, karena “penyakit” segregasi yang menggerogoti Bangso Batak sudah akut betul. Faktor politik dan dinamika sosial telah membuat pemisahan (penyangkalan!) menjadi terasa lebih realistis ketimbang reunifikasi.
Horas Bangso Batak,
Raja Huta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sampaikan komentar anda yang bersifat membangun dan mendidik.